Senin, 18 Januari 2010

Makanan Enak Ternyata Enggak Semuanya Sehat lho, Baca!

1. Makanan Padang
Umumnya baik sayur maupun lauk-pauknya didominasi dengan kuah santan dan bumbu2 dengan rasa dan aroma yang kuat. Karena keberanian rasanya itu, makanan Padang jadi favorite banyak orang.

Tapi coba diteliti lebih dalam, santan yang terkandung dalam hampir semua jenis masakannya, mengandung kolesterol tinggi yang tidak baik untuk kesehatan. Belum lagi klo dikombinasi dengan bahan utama lauknya, seperti kikil, otak, paru, yang notabene adalah jeroan, yang selain berkolesterol tinggi, juga menyumbang porsi besar penyebab penyakit asam urat!

Selain santan dan jeroan, makanan Padang cenderung berminyak. Minyak tersebut selain datang dari terlalu seringnya santan dihangatkan (sehingga santannya habis, yang sisa tinggal minyak), juga karena makanan Padang cenderung ditumis dengan menggunakan minyak goreng. Bahkan, sambelnya pun bertaburan minyak!

Jadi, bayangkan, berapa kadar minyak yang masuk ke dalam tubuh dalam 1 porsi makanan Padang? Dan bayangkan lagi, klo tiap hari kita konsumsi hal yang sama, bagaimana tumpukan minyak itu ada dalam tubuh kita sekarang? Ngeri gak?

Mungkin bagi yang penggemar berat makanan Padang bakalan protes ke gw... gak semua kok makanan Padang gak sehat. Emang bener. Gw juga masih suka makan nasi Padang. Tapi lauknya gw pilih. Gw biasanya pilih lauk ikan bakar. Tanpa santan, tanpa minyak, tanpa goreng, dan rasanya? Mak Nyuuusss!!! ;)

2. Gorengan
Baru juga ngomongin makanan Padang yang penuh minyak, eh kok sekarang ngebahas gorengan? Sama aja donk? Hihihihi.

Maksut gw, gorengan yang lebih universal. Ayam goreng, ikan goreng, nasi goreng, atau gorengan biasa yang dijual abang2.

Coba deh sekali2 intip kondisi minyaknya yang ada di wajan. Apa warnanya? Pasti cenderung coklat tua mendekati hitam. Artinya, uda berapa kali minyak itu dipakai untuk menggoreng? Padahal minyak kelapa yang baru sekali dipakai aja uda mengandung asam lemak jenuh, klo dipakai berulangkali, selain asam lemak jenuhnya bertambah, juga mengandung zat hasil penggorengan/pembakaran yang berpotensi menyebabkan kanker!

Gilanya, selain menggunakan minyak goreng berulang kali, para pedagang punya "tips" untuk membuat gorengan jadi lebih garing dan renyah. Caranya? Minyak digoreng bersama plastiknya! Iya, beneran, plastik yang dipake untuk ngebungkus si minyak juga ikut dilumerkan. Kebayang dong, klo kita makan gorengan, berarti kita juga makan plastik. Kira2 gimana yah keberadaan plastik itu dalam usus kita? Haaaa!

Jangan dikira yang jorok soal minyak ini cuma pedagang2 pinggiran yang omzetnya gak seberapa. Pernah suatu ketika, pas gw lagi makan di salah satu restoran deket kantor, gw gak sengaja ngelongok dapurnya. N guess what? Praktek "goreng plastik" juga terjadi di sana, sementara gw tau hidangan berikutnya adalah nasi goreng yang dipesen temen2 gw! Untung gw uda gak pernah lagi pesen apa pun bentuk gorengan!

3. Buah
Makan buah baik untuk kesehatan karena mengandung serat tinggi yang dapat melarutkan lemak, melancarkan pencernaan, juga kaya zat antioksidan yang baik untuk mencegah kanker.

Gw penggemar berat buah. Apalagi klo dijadiin rujak. Tapi kegemaran itu harus dirusak, setelah tau bahwa buah yang dijual ternyata jorok!

Pertama, gw ragu apakah itu buah pernah dicuci. Klo pun dicuci, pake aer apa? Kedua, bumbu rujak yang dipake, seringnya mengandung partikel2 yang susah dijelaskan darimana datangnya. Ketiga, pernah donk liat di tayangan tivi tentang zat pewarna buatan yang dipake pada buah supaya terlihat lebih menarik? Atau pemanis buatan supaya buah terasa lebih manis? Zat-zat tadi bukan zat biasa, melainkan zat berbahaya yang berpotensi sebagai penyebab kanker.

Jadi, alih2 mo bebas kanker dg makan buah, tapi malah kena kanker dari zat yang melekat di dalamnya? Aduh!

4. Es
Siang2 panas2, enaknya minum yang dingin2. Bisa berupa es teh tawar, juice, es podeng, es doger, dan berbagai macam bentuk olahan es lainnya.

Tadinya gw pikir aman2 aja minum es yang dijual di luaran. Apalagi gw seneng minum juice. Juice tanpa es, pastinya kurang asik! Selama ini sih gw gak pernah curiga dg zat yang terkandung dalam es. Kotor? Uda pasti, tapi yaaah, paling kotor sedikit sih gak pa-pa, sekalian menguji daya tahan kekebalan tubuh.

Sampai pada suatu hari gw liat tayangan di tv, bahwa es yang dijual di restoran2 atau abang2 pinggir jalan berbahan dasar air dari... COMBERAN!

Alamak! Itu comberan bukan comberan maen2an, tapi beneran comberan yang aernya kotor, hitam pekat dan berbau! Setelah dicampur larutan tertentu, airnya berubah warna jadi bening dan gak berbau. Tapi apakah higienis? Waktu sang juragan pembuat es ditanya soal itu, dia menjawab sangat yakin itu higienis. Alesannya? Kuman mati pada hawa dingin.

Haduh! Seinget gw waktu pelajaran SD, bakteri atau kuman itu gak pernah mati karena suhu dingin. Dia hanya "tidur" yang kemudian hidup lagi klo suhu kembali normal. Bakteri bener2 mati cuma dengan 1 cara: direbus! Tapi klo direbus, namanya bukan es lagi donk?

Bener aja, masih di tayangan tv itu, diperlihatkan suatu penelitian kadar kandungan bakter yang ada dalam es. Ternyata banyaknya bakteri e-coli, yaitu bakteri penyebab diare, setara dengan kandungan pada air... TINJA! Jadi kesimpulannya, klo kita minum es, sama aja minum air tinja!

Sejak itu gw gak pernah mau lagi minum es. Mo di restoran kek, di warteg kek, mending pilih air mineral atau teh hangat. Soalnya dari tayangan tv tadi juga terungkap, bahwa restoran2 besar pun banyak yang memasok es dari es balok jorok tsb. Hiy!

5. Air Mineral
Baru aja kan gw anggep air mineral itu aman. Eeeeh, ternyata banyak juga yang palsuin air mineral. Atau bukan palsu, merk asli, tapi setelah diselidiki ternyata proses pembuatannya di pabrik sama sekali tidak higienis!

Alamaaak! Klo gitu gw minum apa donk? Yah, mau gak mau deh, untuk air mineral pun gw pilih2, hanya dg merk yang sampai dengan hari ini bisa dipercaya tingkat higienis-nya.

6. Junk Food
Aduh, klo yang satu ini mah uda gw hindari lah. Ayam dengan embel2 "fried chicken", berbagai tipe fast food yang berasal Italia atau Amerika. SAY NO TO THEM!

Soal "fried chicken", uda jelas ayam yang digunakan adalah ayam hormone dengan kandungan lemak tinggi. Hormone yang disuntikkan ke ayam akan ikut masuk ke dalam tubuh ketika kita konsumsi dan dengan jumlah tertentu akan mempengaruhi kadar kestabilan hormone kita. Belum lagi kandungan minyak yang dipakai untuk menggoreng. Plus bumbu2 seperti bumbu penyedap yang memicu kanker. Bisa disimpulkan, 1 porsi fried chicken = segudang sumber penyakit.

Gak semua fast food adalah junk food. Tapi gw yakin, kebanyakan fast food adalah junk food. Klo di negeri asalnya, makanan fast food sudah mulai ditinggalkan karena semakin banyak orang sadar klo jenis makanan itu gak baik untuk kesehatan. Di sana juga lagi ngetrend dengan yang namanya "slow food", yang bahan dan proses pembuatannya beralih pada konsep "back to nature".

Eh Indonesia ini malah aneh atau mungkin telat kali ya, karena di sini justru jenis makanan junk food seperti baru ngetrend, karena makin hari makin banyak aja ragam dan rupanya.

Bagi yang mengira makanan junk food murah meriah, jangan tertipu, karena efek yang ditimbulkan dari terlalu banyak mengkonsumsinya justru jauh dari kesan murah meriah tadi!

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Wisata Kuliner Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare